Kisah Cerita Seputar Hidangan Khas Ketupat Yang Harus Kamu Ketahui !


Curahan Online.Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda, atau kadang-kadang dari daun palma yang lain.Makanan Khas yang satu ini biasanya akan marak di dapat setiap tahunya di saat Kita merayakan Hari Raya Idul Fitri.

ℹ️berita  Kisah Cerita Seputar Hidangan Khas Ketupat Yang Harus Kamu Ketahui !   Curahan Online.Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda, atau kadang-kadang dari daun palma yang lain.Makanan Khas yang satu ini biasanya akan marak di dapat setiap tahunya di saat Kita merayakan Hari Raya Idul Fitri.     photo ketupat   Bagaimana Sejarah dan Tradisi Ketupat Disaat Lebaran?    Lebaran menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga besar. Salah satu yang tak terpisahkan dari perayaan ini biasanya adalah makan bersama. Hidangan yang identik menemani Lebaran adalah ketupat.    Ketupat menjadi makanan yang selalu ada di meja makan di masa Lebaran. Terbungkus apik dengan janur berwarna hijau kekuningan, ketupat sangat cocok dipadukan dengan masakan berkuah lainnya.    Namun, ada makna yang terkandung dalam ketupat yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Muslim di Nusantara. Ada filosofi kuat, kenapa tradisi memakan ketupat saat Lebaran masih dilaksanakan sampai sekarang.    Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung, Fadly Rahman, mengungkapkan bahwa awalnya ketupat bukan identik dengan tradisi Islam atau Lebaran.  Dulu masyarakat agraria yang tersebar di Nusantara memiliki tradisi menggantung ketupat di tanduk kerbau untuk mewujudkan rasa syukur karena panen yang dihasilkan.    Tak berhenti di situ, sampai sekarang juga masih ada tradisi dari masyarakat Indonesia yang melakukan tradisi yang sama dengan menggantungkan ketupat.  Bedanya, mereka menggantungkan ketupat yang masih kosong di depan pintu rumah untuk menolak bala atau pengaruh negatif yang masuk.    Pada abad ke-15 dan ke-16, Sunan Kalijaga sebagai salah satu pendakwah di Pulau Jawa menggunakan budaya untuk menyiarkan agama Islam.    Ajaran Islam yang disyiarkan oleh Sunan Kalijaga terbilang berhasil karena melalui pendekatan yang banyak perhatian masyarakat.    Menurut Fadly, karena ketupat identik dengan masyarakat agraria, Sunan Kalijaga mengkreasikan makanan itu sebagai kuliner yang khas dengan momen Lebaran. Cara inilah yang dianggap menarik minat masyarakat Jawa terhadap Islam.  "Titik tolaknya ketika Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di kalangan masyarakat Jawa yang saat itu masih transisi beragama Islam," ucap Fadly.  Melalui langkah tersebut, banyak sejarah lisan yang berkembang, yang mengatakan bahwa Sunan Kalijaga yang kali pertama menggunakan ketupat sebagai aksesori khas Lebaran.    Tiap-tiap daerah di Nusantara memiliki penyebutan sendiri untuk makanan ini. Di masyarakat Jawa dan Sunda, biasanya mereka menyebutnya dengan nama kupat.  Sementara di Melayu disebut ketupat. Masyarakat Bali juga mengenal makanan ini dengan nama tipat.    "Pada wilayah lain ada juga yang menyebutnya ketumpat," ucap Fadly  Secara terpisah, sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rojil Nugroho Bayu Aji, mengisahkan hal senada. Ketupat memang semula diperkenalkan Sunan Kalijaga meski sebenarnya bukan tradisi Timur Tengah yang menjadi sumber datangnya Islam.    "Ketupat ini dari tradisi lisan (cerita rakyat) mulai familiar saat Sunan Kalijaga dan nilai filosofinya tak ada kaitannnya dengan Islam," kata Rojil saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/5/2019).  Masyarakat Jawa dan Sunda percaya bahwa ketupat memiliki makna untuk mengakui kesalahan.    "Maknanya, 'kulo lepat, ngaku lepat' (Saya salah, saya mengakui kesalahan)," kata Rojil.  Artinya seseorang bisa mengakui kesalahan kepada orang lain apabila mereka pernah berbuat salah.    "Apabila setelah mengaku salah, lepat, dan minta maaf jadi ya harus menutup kesalahan yang sudah dimaafkan sehingga kekerabatan serta persaudaraan terjalin selalu," ujar Rojil.    Maka dari itu, ketupat begitu erat saat Lebaran. Makanan ini juga dipadukan dengan hidangan lain yang terpengaruh dari berbagai budaya di luar Nusantara.   Pengaruh itu seperti kuah kari yang dipengaruhi kuliner India, gulai yang dipengaruhi Arab, balado dari pengaruh Portugis, semur dan kue kering dari pengaruh Belanda juga Eropa, dan manisan dari pengaruh China.    Bagaimana Cara Pembuatan dan Penyajianya??    1. Beli bungkus ketupat jadi sesuai ukuran yang dikehendaki.    Pilih yang anyamannya rapat.    Kalau perlu tarik anyaman ketupatsedemikian rupa hingga betul-betul rapat.    Bungkus ketupat yang anyamannya kurang rapat, hasilnya tidak putih mulus, tetapi bergaris-garis cokelat cokelat.    2. Untuk membuatnya lebih rapat, kerat anyaman terakhir dan selipkan daun janur di situ.    3. Pilih beras yang berkualitas dan cuci bersih-bersih.    Beras yang pencuciannya kurang bersih, tidak bertahan lama dan mudah bau.    4. Kalau suka ketupat yang agak keras, campurkan sedikit air kapur sirih ke dalam beras.    5. Regangkan ujung anyaman ketupat untuk memasukkan beras.    6.Penuhi 60-75 persen bungkus ketupat dengan beras yang sudah dicuci tadi.    Bagian yang tidak terkena air ini akan lembek dan hancur.    7. Ketupat harus direbus dalam waktu yang lama, sekitar 3-5 jam.    Makin lama makin bagus hasilnya.    Ketupat yang direbus sebentar saja, akan terlihat butir-butiran nasinya.    8. Selama direbus, panci dalam keadaan ditutup.    Sekali-sekali buka tutup panci untuk melihat airnya.    Kalau sudah mulai berkurang, tambahkan air panas, bukan air dingin.    9. Setelah matang, angkat ketupat dan gantung hingga tiris betul.    10. Ketika akan dipanaskan, ketupat tidak direbus, tetapi cukup dikukus selama 15-20 menit.    11. Ketupat biasanya disajikan sudah dalam bentuk terpotong-potong.    Gunakan pisau yang tajam dan potong ketupat kala sudah agak dingin supaya lebih mudah.    Tutup ketupat yang sudah dipotong dengan plastic wrapped atau tempatkan dalam wadah tertutup hingga tidak kering.        Apa Saja Fakta Unik Yang Terkandund Di balik Makanan Ketupat??    Saat Lebaran, ketupat seolah menjadi makanan wajib yang harus ada di meja makan. Terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur) ini bisa dinikmati dengan olahan masakan lainnya. Misalnya ketupat sayur, gulai daging, opor ayam, dan sebagainya.    Gak cuma makanan khas Idulfitri sebenarnya, ada beberapa fakta unik tentang ketupat yang perlu kamu tahu. Simak di bawah ini ya!    1. Sunan Kalijaga menjadi pelopor ketupat di Indonesia    Secara global, ketupat merupakan hidangan khas Asia Tenggara maritim. Di Indonesia, Sunan Kalijaga menjadi orang yang pertama kali mengenalkan kepada masyarakat Jawa. Kala itu, dia mengenalkannya dengan cara tradisi bakda.    Ada dua macam bakda, yakni Lebaran dan kupat. Bakda kupat dimulai sepekan setelah Idulfitri. Bakda menjadi awal masyarakat Jawa memelajari cara membuat anyaman janur untuk membungkus ketupat.    Setelah selesai, mereka akan membagikannya kepada tetangga atau kerabat yang lebih tua. Hal ini menjadi sebuah lambang kebersamaan umat muslim.    2. Simbol kesucian dan kesalahan    Ada beberapa makna dari ketupat. Salah satunya simbol kesalahan manusia yang telah diperbuat. Hal ini terlihat dari rumitnya anyaman ketupat tersebut. Sedangkan, isi ketupat yang berwarna putih bisa diartikan sebagai lambang kesucian hati.    3. Simbol kesempurnaan    Idulfitri kerap dianggap sebagai hari kemenangan, karena telah berpuasa sebulan penuh. Zaman dulu, mereka membuat dan membagikan ketupat kepada tetangga sekitar sebagai penanda bahwa keislamannya telah sempurna.    4. Dipercaya sebagai media penolak bala    Beberapa daerah di Indonesia percaya bahwa ketupat bisa menjadi media penolak bala. Mereka menggantungkannya di daun pintu untuk terhindar dari hal-hal buruk.      Bahkan, tak jarang ada yang mengadakan ritual tolak bola dengan cara memanjatkan doa. Acara diakhiri dengan menyantap hidangan ketupat dipadukan aneka lauk-pauk.        5. Ketupat punya banyak nama    Masing-masing daerah di Indonesia memiliki penamaan sendiri terhadap ketupat. Suku Jawa dan Sunda menyebutnya dengan kupat. Di Bali lebih dikenal dengan nama tipat.    Ada pula ketupek di Minangkabau dan atupato di Gorontalo. Kalau di daerahmu, apa namanya?    6. Ketupat menjadi simbol minta maaf    Inilah salah satu makna terpenting di balik kelezatan ketupat. Ketika ketupat telah bercampur dengan lauk dan santan, orang Jawa biasa menyebutnya dengan kupa santen.    Kupa santen punya kepanjangan "kulo lepat nyuwun nganpunten". Artinya, saya salah, mohon maaf. Itulah alasan kenapa ketupat menjadi simbol permintaan maaf.    7. Ketupat bukan hanya simbol Lebaran    Ketupat bukan hanya dijadikan makanan spesial untuk Lebaran saja. Di Bali, masyarakat Hindu juga menggunakannya sebagai sesajen saat hari raya.    Masyarakat Ternate juga memilih ketupat sebagai makanan dalam upacara Soro (doa dan berkah). Mereka membuat bentuknya menyerupai burung, kerbau, hingga nanas. Masing-masing memiliki maknanya tersendiri.    Wah, ternyata di balik rasanya yang enak, ketupat sangat sarat makna ya. kamu paling suka dimakan pakai apa nih ketupatnya? Tulis di Komen...    Sumber:Berbagai Berita Terpercaya
photo ketupat

Bagaimana Sejarah dan Tradisi Ketupat Disaat Lebaran?


Lebaran menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga besar. Salah satu yang tak terpisahkan dari perayaan ini biasanya adalah makan bersama. Hidangan yang identik menemani Lebaran adalah ketupat.

Ketupat menjadi makanan yang selalu ada di meja makan di masa Lebaran. Terbungkus apik dengan janur berwarna hijau kekuningan, ketupat sangat cocok dipadukan dengan masakan berkuah lainnya.

Namun, ada makna yang terkandung dalam ketupat yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Muslim di Nusantara. Ada filosofi kuat, kenapa tradisi memakan ketupat saat Lebaran masih dilaksanakan sampai sekarang.

Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung, Fadly Rahman, mengungkapkan bahwa awalnya ketupat bukan identik dengan tradisi Islam atau Lebaran.
Dulu masyarakat agraria yang tersebar di Nusantara memiliki tradisi menggantung ketupat di tanduk kerbau untuk mewujudkan rasa syukur karena panen yang dihasilkan.

Tak berhenti di situ, sampai sekarang juga masih ada tradisi dari masyarakat Indonesia yang melakukan tradisi yang sama dengan menggantungkan ketupat.
Bedanya, mereka menggantungkan ketupat yang masih kosong di depan pintu rumah untuk menolak bala atau pengaruh negatif yang masuk.

Pada abad ke-15 dan ke-16, Sunan Kalijaga sebagai salah satu pendakwah di Pulau Jawa menggunakan budaya untuk menyiarkan agama Islam.

Ajaran Islam yang disyiarkan oleh Sunan Kalijaga terbilang berhasil karena melalui pendekatan yang banyak perhatian masyarakat.

Menurut Fadly, karena ketupat identik dengan masyarakat agraria, Sunan Kalijaga mengkreasikan makanan itu sebagai kuliner yang khas dengan momen Lebaran. Cara inilah yang dianggap menarik minat masyarakat Jawa terhadap Islam.
"Titik tolaknya ketika Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di kalangan masyarakat Jawa yang saat itu masih transisi beragama Islam," ucap Fadly.
Melalui langkah tersebut, banyak sejarah lisan yang berkembang, yang mengatakan bahwa Sunan Kalijaga yang kali pertama menggunakan ketupat sebagai aksesori khas Lebaran.

Tiap-tiap daerah di Nusantara memiliki penyebutan sendiri untuk makanan ini. Di masyarakat Jawa dan Sunda, biasanya mereka menyebutnya dengan nama kupat.
Sementara di Melayu disebut ketupat. Masyarakat Bali juga mengenal makanan ini dengan nama tipat.

"Pada wilayah lain ada juga yang menyebutnya ketumpat," ucap Fadly
Secara terpisah, sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rojil Nugroho Bayu Aji, mengisahkan hal senada. Ketupat memang semula diperkenalkan Sunan Kalijaga meski sebenarnya bukan tradisi Timur Tengah yang menjadi sumber datangnya Islam.

"Ketupat ini dari tradisi lisan (cerita rakyat) mulai familiar saat Sunan Kalijaga dan nilai filosofinya tak ada kaitannnya dengan Islam," kata Rojil saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/5/2019).
Masyarakat Jawa dan Sunda percaya bahwa ketupat memiliki makna untuk mengakui kesalahan.

"Maknanya, 'kulo lepat, ngaku lepat' (Saya salah, saya mengakui kesalahan)," kata Rojil.
Artinya seseorang bisa mengakui kesalahan kepada orang lain apabila mereka pernah berbuat salah.

"Apabila setelah mengaku salah, lepat, dan minta maaf jadi ya harus menutup kesalahan yang sudah dimaafkan sehingga kekerabatan serta persaudaraan terjalin selalu," ujar Rojil.

Maka dari itu, ketupat begitu erat saat Lebaran. Makanan ini juga dipadukan dengan hidangan lain yang terpengaruh dari berbagai budaya di luar Nusantara. 
Pengaruh itu seperti kuah kari yang dipengaruhi kuliner India, gulai yang dipengaruhi Arab, balado dari pengaruh Portugis, semur dan kue kering dari pengaruh Belanda juga Eropa, dan manisan dari pengaruh China.

Bagaimana Cara Pembuatan dan Penyajianya??

1. Beli bungkus ketupat jadi sesuai ukuran yang dikehendaki.

Pilih yang anyamannya rapat.

Kalau perlu tarik anyaman ketupatsedemikian rupa hingga betul-betul rapat.

Bungkus ketupat yang anyamannya kurang rapat, hasilnya tidak putih mulus, tetapi bergaris-garis cokelat cokelat.

2. Untuk membuatnya lebih rapat, kerat anyaman terakhir dan selipkan daun janur di situ.

3. Pilih beras yang berkualitas dan cuci bersih-bersih.

Beras yang pencuciannya kurang bersih, tidak bertahan lama dan mudah bau.

4. Kalau suka ketupat yang agak keras, campurkan sedikit air kapur sirih ke dalam beras.

5. Regangkan ujung anyaman ketupat untuk memasukkan beras.

6.Penuhi 60-75 persen bungkus ketupat dengan beras yang sudah dicuci tadi.

Bagian yang tidak terkena air ini akan lembek dan hancur.

7. Ketupat harus direbus dalam waktu yang lama, sekitar 3-5 jam.

Makin lama makin bagus hasilnya.

Ketupat yang direbus sebentar saja, akan terlihat butir-butiran nasinya.

8. Selama direbus, panci dalam keadaan ditutup.

Sekali-sekali buka tutup panci untuk melihat airnya.

Kalau sudah mulai berkurang, tambahkan air panas, bukan air dingin.

9. Setelah matang, angkat ketupat dan gantung hingga tiris betul.

10. Ketika akan dipanaskan, ketupat tidak direbus, tetapi cukup dikukus selama 15-20 menit.

11. Ketupat biasanya disajikan sudah dalam bentuk terpotong-potong.

Gunakan pisau yang tajam dan potong ketupat kala sudah agak dingin supaya lebih mudah.

Tutup ketupat yang sudah dipotong dengan plastic wrapped atau tempatkan dalam wadah tertutup hingga tidak kering.



Apa Saja Fakta Unik Yang Terkandung Di balik Makanan Ketupat??

Saat Lebaran, ketupat seolah menjadi makanan wajib yang harus ada di meja makan. Terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur) ini bisa dinikmati dengan olahan masakan lainnya. Misalnya ketupat sayur, gulai daging, opor ayam, dan sebagainya.

Gak cuma makanan khas Idulfitri sebenarnya, ada beberapa fakta unik tentang ketupat yang perlu kamu tahu. Simak di bawah ini ya!

1. Sunan Kalijaga menjadi pelopor ketupat di Indonesia

Secara global, ketupat merupakan hidangan khas Asia Tenggara maritim. Di Indonesia, Sunan Kalijaga menjadi orang yang pertama kali mengenalkan kepada masyarakat Jawa. Kala itu, dia mengenalkannya dengan cara tradisi bakda.

Ada dua macam bakda, yakni Lebaran dan kupat. Bakda kupat dimulai sepekan setelah Idulfitri. Bakda menjadi awal masyarakat Jawa memelajari cara membuat anyaman janur untuk membungkus ketupat.

Setelah selesai, mereka akan membagikannya kepada tetangga atau kerabat yang lebih tua. Hal ini menjadi sebuah lambang kebersamaan umat muslim.

2. Simbol kesucian dan kesalahan

Ada beberapa makna dari ketupat. Salah satunya simbol kesalahan manusia yang telah diperbuat. Hal ini terlihat dari rumitnya anyaman ketupat tersebut. Sedangkan, isi ketupat yang berwarna putih bisa diartikan sebagai lambang kesucian hati.

3. Simbol kesempurnaan

Idulfitri kerap dianggap sebagai hari kemenangan, karena telah berpuasa sebulan penuh. Zaman dulu, mereka membuat dan membagikan ketupat kepada tetangga sekitar sebagai penanda bahwa keislamannya telah sempurna.

4. Dipercaya sebagai media penolak bala

Beberapa daerah di Indonesia percaya bahwa ketupat bisa menjadi media penolak bala. Mereka menggantungkannya di daun pintu untuk terhindar dari hal-hal buruk.


Bahkan, tak jarang ada yang mengadakan ritual tolak bola dengan cara memanjatkan doa. Acara diakhiri dengan menyantap hidangan ketupat dipadukan aneka lauk-pauk.



5. Ketupat punya banyak nama

Masing-masing daerah di Indonesia memiliki penamaan sendiri terhadap ketupat. Suku Jawa dan Sunda menyebutnya dengan kupat. Di Bali lebih dikenal dengan nama tipat.

Ada pula ketupek di Minangkabau dan atupato di Gorontalo. Kalau di daerahmu, apa namanya?

6. Ketupat menjadi simbol minta maaf

Inilah salah satu makna terpenting di balik kelezatan ketupat. Ketika ketupat telah bercampur dengan lauk dan santan, orang Jawa biasa menyebutnya dengan kupa santen.

Kupa santen punya kepanjangan "kulo lepat nyuwun nganpunten". Artinya, saya salah, mohon maaf. Itulah alasan kenapa ketupat menjadi simbol permintaan maaf.

7. Ketupat bukan hanya simbol Lebaran

Ketupat bukan hanya dijadikan makanan spesial untuk Lebaran saja. Di Bali, masyarakat Hindu juga menggunakannya sebagai sesajen saat hari raya.

Masyarakat Ternate juga memilih ketupat sebagai makanan dalam upacara Soro (doa dan berkah). Mereka membuat bentuknya menyerupai burung, kerbau, hingga nanas. Masing-masing memiliki maknanya tersendiri.

Wah, ternyata di balik rasanya yang enak, ketupat sangat sarat makna ya. kamu paling suka dimakan pakai apa nih ketupatnya? Tulis di Komen...

Sumber:Berbagai Berita Terpercaya


Share this:



Comments

Popular Posts

Kumpulan Kata-Kata Selamat Ulang Tahun Bahasa Batak dan Artinya

Contoh Mandok Hata Di Acara Mangapuli Dalam Budaya Suku Batak

Kata Kata Ucapan Berduka Cita Dalam Bahasa Batak Toba Dan Artinya

Ucapan Selamat Atas Pernikahan Bahasa Batak Dan Artinya

Contoh Mandok Hata Di Esek-Esek Pesta Lahiran Pada Suku Batak