Istana Buka Keadaan Ekonomi Indonesia Terkini


Istana Buka Keadaan Ekonomi Indonesia Terkini

Topik Referensi.Ekonomi Indonesia belakangan ini diterpa beberapa hal yang bisa dibilang tidak menyenangkan, salah satunya yang masih membekas adalah tekor neraca perdagangan serta melebarnya defisit neraca transaksi berjalan current account deficit (CAD).

ℹ️Berita  Istana Buka Keadaan Ekonomi Indonesia Terkini Ekonomi Indonesia belakangan ini diterpa beberapa hal yang bisa dibilang tidak menyenangkan, salah satunya yang masih membekas adalah tekor neraca perdagangan serta melebarnya defisit neraca transaksi berjalan current account deficit (CAD).      detik.com/detik finance    Defisit neraca dagang per April menjadi yang paling terdalam atau mencetak rekor baru paling besar sepanjang sejarah. Sedangkan CAD belum lama ini dirilis dan masih melebar. Apakah hal tersebut menandakan ekonomi Indonesia tidak aman?    Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang aman. Hal tersebut terlihat dari CAD yang belum tembus 3% dari produk domestik bruto (PDB).    "Kita memang defisit, namun ukuran ekonomi untuk cek itu berbahaya atau tidak, sudah dibuat selama CAD tidak melampaui 3% dari PDB ya aman," kata Erani saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (28/5/2019).    Bank Indonesia (BI) defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2019 sebesar US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 9,2 miliar (3,6% dari PDB).    Menurut Erani, angka CAD beberapa tahun belakangan ini juga jauh lebih rendah dibandingkan pada tahun 2012-2013 yang tembus ke level 3%.  "2018 2,8-2,9 % masih lebih rendah dibanding 2012, 2013 yang sentuh 3%. Negara lain bahkan tidak masalahkan sampai 5 persen selama sampai tujuan tertentu," ujar dia.    Mengenai masalah neraca perdagangan, Erani mengungkapkan bahwa pemerintah serius memecahkan persoalan tersebut. Khususnya demi mendorong ekspor yang sering diungkapkan Presiden Jokowi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.    Menurut Erani, ada tiga hal yang dilakukan pemerintah demi membenahi masalah neraca perdagangan. Pertama, meningkatkan kapasitas produksi minyak dengan memperluas investasi pembangunan kilang.    Kedua, pemanfaatan program mandatori biofeul 20% (B20) sebagai bahan campuran Solar. Diharapkan, program ini mampu menekan impor minyak sebagai bahan baku bahan bakar.    Ketiga, memaksimalkan potensi sektor non migas dengan memaksimalkan sumber perekonomian baru di subsektor industri, otomotif, kimia, mamin, petrokimia, elektronik.  sumber:detikfinance
detik.com/detik finance

Defisit neraca dagang per April menjadi yang paling terdalam atau mencetak rekor baru paling besar sepanjang sejarah. Sedangkan CAD belum lama ini dirilis dan masih melebar. Apakah hal tersebut menandakan ekonomi Indonesia tidak aman?

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang aman. Hal tersebut terlihat dari CAD yang belum tembus 3% dari produk domestik bruto (PDB).

"Kita memang defisit, namun ukuran ekonomi untuk cek itu berbahaya atau tidak, sudah dibuat selama CAD tidak melampaui 3% dari PDB ya aman," kata Erani saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Bank Indonesia (BI) defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2019 sebesar US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 9,2 miliar (3,6% dari PDB).

Menurut Erani, angka CAD beberapa tahun belakangan ini juga jauh lebih rendah dibandingkan pada tahun 2012-2013 yang tembus ke level 3%.
"2018 2,8-2,9 % masih lebih rendah dibanding 2012, 2013 yang sentuh 3%. Negara lain bahkan tidak masalahkan sampai 5 persen selama sampai tujuan tertentu," ujar dia.

Mengenai masalah neraca perdagangan, Erani mengungkapkan bahwa pemerintah serius memecahkan persoalan tersebut. Khususnya demi mendorong ekspor yang sering diungkapkan Presiden Jokowi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Erani, ada tiga hal yang dilakukan pemerintah demi membenahi masalah neraca perdagangan. Pertama, meningkatkan kapasitas produksi minyak dengan memperluas investasi pembangunan kilang.

Kedua, pemanfaatan program mandatori biofeul 20% (B20) sebagai bahan campuran Solar. Diharapkan, program ini mampu menekan impor minyak sebagai bahan baku bahan bakar.

Ketiga, memaksimalkan potensi sektor non migas dengan memaksimalkan sumber perekonomian baru di subsektor industri, otomotif, kimia, mamin, petrokimia, elektronik.
sumber:detikfinance

Share this:



Comments

Popular Posts

Kumpulan Kata-Kata Selamat Ulang Tahun Bahasa Batak dan Artinya

Kata Kata Ucapan Berduka Cita Dalam Bahasa Batak Toba Dan Artinya

Contoh Mandok Hata Di Acara Mangapuli Dalam Budaya Suku Batak

Kumpulan Pantun Umpasa Batak Lucu Dan Gokil

Contoh Kata-Kata Rayuan Gombal Bahasa Batak Dan Artinya

Ucapan Selamat Atas Pernikahan Bahasa Batak Dan Artinya

Kata-Kata Perpisahan Dalam Bahasa Batak Toba dan Artinya

30 Nasehat Bahasa Batak Beserta Artinya

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bahasa Batak Dan Artinya

Contoh Mandok Hata Pasahat Ulos Tondi (Mambosuri) Adat Suku Batak